PIJAR Sulampua
Platform interaktif memetakan potensi, mengukur kesiapan, dan memberikan rekomendasi kebijakan energi terbarukan yang presisi hingga level kecamatan di Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua). Mengubah data menjadi aksi nyata untuk distribusi listrik yang berkelanjutan dan merata.
Target Percepatan Transisi
Potensi Energi Tinggi
Hemat Tagihan Komunal
Penurunan Durasi Padam
Pemetaan Potensi Presisi
Identifikasi hotspot energi surya dan angin hingga resolusi 1x1 km yang diagregasi ke level kecamatan. Pahami di mana sumber daya energi paling melimpah dan konsisten.
Analisis Kesiapan Multidimensi
Ukur kesiapan setiap kecamatan melalui Composite Readiness Index (CRI). Analisis mencakup aspek potensi energi, sosiodemografi, sarana prasarana, dan kebencanaan.
Rekomendasi Kebijakan Terarah
Dapatkan rekomendasi kebijakan yang disesuaikan (place-based) untuk setiap tipologi wilayah. Arahkan intervensi yang paling efektif, dari penguatan SDM hingga skema investasi.
Tentang Kami
Dashboard ini memetakan setiap kecamatan ke dalam zona aksi yang unik, memastikan setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi lapangan. Dua zona prioritas utama adalah:
-
Zona Prioritas Surya/Hybrid Off-Grid
Wilayah ini adalah quick wins untuk pemerataan akses listrik. Rekomendasi terfokus pada pembangunan mini-grid berbasis surya atau hybrid surya-angin untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau PLN.
-
Zona Penguatan Prasyarat
Di sini, sumber energi melimpah namun fondasi sosial dan infrastruktur belum siap. Kebijakan harus mendahulukan "paket social-first" (pelatihan teknisi lokal, koperasi energi) dan "paket access-first" (perbaikan logistik dan akses jalan) sebelum instalasi perangkat.
Pilar Analisis
Lima Pilar Analisis dalam Penelitian ini
ANALISIS SPASIAL
Analisis autokorelasi spasial untuk mengidentifikasi koridor dan klaster potensi energi.
SIMULASI DAMPAK
Simulasi dampak ekonomi dari instalasi PV surya pada skala rumah tangga, komunal, dan desa.
MATRIKS STRATEGI
Perumusan matriks strategi energi yang memetakan "teknologi apa" dan "skema mana" untuk tiap wilayah.
Metodologi
Untuk menyusun Indeks Kesiapan Komposit (CRI) per kecamatan, seluruh indikator dari empat dimensi (potensi energi, sosiodemografi, sarana prasarana, dan kebencanaan) diolah melalui analisis faktor eksploratori satu dimensi. Skor faktor yang diekstrak dari analisis tersebut kemudian distandardisasi dengan rata-rata 0 dan simpangan baku 1 agar dapat diperbandingkan lintas tahun tanpa terikat pada satuan asli indikatornya.
Baca MetodologiFrequently Asked Questions
Apa itu Composite Readiness Index (CRI)?
CRI adalah skor komposit yang mengukur tingkat kesiapan sebuah kecamatan untuk transisi energi terbarukan. Indeks ini menggabungkan empat dimensi: potensi energi (surya/angin), sosiodemografi (kesiapan masyarakat), sarana prasarana (infrastruktur pendukung), dan kebencanaan (tingkat risiko).
Mengapa fokus pada level kecamatan?
Analisis pada level kecamatan memungkinkan identifikasi masalah dan perumusan kebijakan yang jauh lebih spesifik dan tepat sasaran. Ini adalah kunci dari pendekatan place-based policy, di mana solusi disesuaikan dengan keragaman kondisi lokal, bukan pendekatan "satu untuk semua".
Apa temuan paling mengejutkan dari penelitian ini?
Temuan utamanya adalah adanya paradoks: energi terbarukan secara umum telah tersedia, tetapi kesiapan sosial dan infrastruktur belum merata. Sekitar 19% kecamatan memiliki potensi energi tinggi namun kesiapannya rendah, menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada penyiapan fondasi implementasi.
Untuk siapa dashboard ini ditujukan?
Dashboard ini dirancang untuk para pengambil kebijakan di tingkat pusat dan daerah, perencana pembangunan, Bappenas, PLN, investor energi, lembaga donor, serta akademisi. Tujuannya adalah menyediakan "kompas kebijakan" praktis untuk mengubah potensi menjadi listrik yang andal dan terjangkau di Indonesia Timur.